Featured

    Featured Posts

  • dimana kehidupan
  • disitulah jawaban

Kegelisahan Seorang Pendiri Oi

Jam Tangan Logo Oi Couple
 oLeh : Efkaluna

AssaLamu'aLaikum ...

Tulisan di bawah ini bukan untuk mendiskriminasikan Oi, menjelekan atau apapun. Tapi sebagai wujud rasa sayang dan perhatian dari seorang pendiri Oi atau peserta Silaturahmi Oi tahun 1999 di Leuwinanggung. Sebut aja Abang, begitu biasanya aku menyapanya. Bertemu secara tidak sengaja di sebuah percetakan di kotaku. Akhirnya kami mengobrol jauh karena merasa sebagai sahabat lama yang dipertemukan kembali.

Dia merasa Oi itu hanya sekedar debat dan debat. Dia merasa Oi itu tidak bergerak dari posisi awalnya sebagai Fals Mania. Dan dia merasa arus bawah penggemar Iwan Fals itu tidak bisa memahami apa itu AD/ART Oi, yang mereka tau hanya Iwan .. Iwan .. dan Iwan. Singkat kata Oi tidak bisa lepas dari sosok Iwan Fals. Padahal sebagai ormas, Oi harus bisa lepas dari bayang - bayang Iwan Fals dan berdiri sendiri atau berdikari. 

Tapi kita juga mengobrol tentang keberhasilan Oi dibeberapa daerah yang mempunyai agenda positif, tapi itu mungkin hanya beberapa puluh persen saja dari seluruh komunitas Oi di tanah air dan mancanegara. Setelah 11 tahun Oi berdiri, gebrakannya hanya itu - itu saja, seperti jalan ditempat. Itu mungkin disebabkan anggota - anggota Oi masih melihat sosok Iwan Falsnya di Oi, padahal Iwan Fals tuch di luar jalur Oi. Mereka lebih mengenal sosok Iwan dibandingan Digo mantan ketua  ataupun Pak Soni yang menjadi Ketua Oi sekarang. Belum lagi Oi yang rentan terseret virus politik seperti terjadi di sebuah Pilkada di suatu kota di Jabar. Oi sering kali coba dimanfaatkan oleh orang - orang yang tidak bertanggung jawab.

Ada hikmah yang besar sebenarnya dari obrolan kami sore itu. Mungkin kegiatan Oi yang positif jarang terekspos secara besar oleh media, mungkin kegiatan Oi selama ini lebih sekedar kumpul - kumpul bareng. Saya sendiri hanya mengamati kegiatan Oi dari jauh tanpa ikut nimbrung atau bergabung karena Kartu Anggota Oi sudah kadaluarsa sejak 2001. Pengamatan kami hanya beberapa Wilayah saja yang bisa dikatakan bagus seperti Oi Jaktim (yang mempunyai corak logo Oi tersendiri), Oi Jaksel atau Oi Wilayah Jakarta secara keseluruhan, Oi Bento House Solo (Hio), lainnya mungkin punya agenda kegiatan yang positif tapi tidak terekspos.

Sekali lagi tulisan ini bukan untuk menjelekan Oi tapi sebagai rasa sayang seorang teman terhadap Oi, agar Oi bisa berkarya lebih besar tanpa dibayangi sosok Iwan Fals. Kita memang tidak bisa memisahkan sosok Iwan Fals dari Oi tapi sebagai Ormas Oi harus tetap bisa mandiri tanpa tergantung pada sosok seseorang. Banyak Fals Mania yang tidak mau menjadi Oi padahal di kotanya ada Oi Kota, itulah pertanyaan yang harus dijawab, mengapa mereka yang rata - rata Fals Mania Sejati (dedengkotnya) menolak masuk Oi atau sudah keluar dari keanggotaan Oi ?.

Tolong tulisan ini diklarifikasi oleh teman - teman Oi, agar kegiatan Oi yang sudah dilakukan dengan baik di daerahnya bisa saya ekspos dan akhirnya bisa saya jawab kegelisahan sahabat saya itu. Maaf jika ada kata yang salah hanya perwujudan rasa sayang terhadap Oi. Salam Oi ..... !!!!!!!!!!!!

WassaLam

Baca Juga Artikel Fals dibawah ini

author

dwisTROi Group

Hallo bos, kami dari dwisTROi Group. ini adalah blog sederhana dari kami.

kami dapat dihubungi lewat email info@dwistroi.com

Update otomatis dari blog ini

Komentar disini

www.CodeNirvana.in

Powered by Blogger.
Blog dwisTROi blog online sejak 2007 | Template By Code Nirvana